LAPORAN AKHIR MODUL 1


1. Jurnal [Kembali]

JURNAL PRAKTIKUM KARAKTERISTIK DIODA

 

Nama : Alzikri                                                                  Tanggal Praktikum : 21 Oktober 2025

NIM : 2410952044                                                          Asisten Praktikum : - Yosep

Kelompok : 13                                                                                                      - Yusuf


A. Percobaan Karakteristik Dioda

Vd

Id

Resistor

 

Gelomb

ang

Input

 

Output


 3,46 V

 

0,16 m A

 

220 Ω

 


 



 



 3,12 V

 


0,14 m A

 


330 Ω

 





 


 

B. Percobaan Karakteristik Dioda Zener

Resistor

Vd

Id

220 Ω




 2,557 V




0,21 mA 

330 Ω

 



2,44 V

 



0,21 mA

470 Ω

 



2,337 V

 



0,21 mA


C. Half Bridge Rectifier

Vin

Resistor atau Kapasitor

Gelombang Output

 

 

 

 

 

 

 






6 V

220 Ω

 


Gelombang input berwarna kuning
Gelombang output berwarna biru

470 Ω

 


Gelombang input berwarna kuning
Gelombang output berwarna biru

1000 uF

 


Gelombang input berwarna kuning
Gelombang output berwarna biru


D. Full Bridge Rectifier

Vin

Resistor atau Kapasitor

Gelombang Output

 

 

 

 

 

 

 




6 V

220 Ω

 


470 Ω

 


1000 uF

 



2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. Prinsip Kerja Dioda

Rangkaian dioda bekerja berdasarkan sifat dioda yang hanya menyearahkan arus AC menjadi DC. Pada saat forward bias dimana anoda terhubung dengan kutub positif dan katoda terhubung dengan kutub negatif, pada dioda biasa hanya dapat bekerja pada forward bias. Pada reverse bias akan menghambat arus, karena tegangan dioda tidak stabil bahakan dapat merusak dioda tersebut. Saat tegangan AC berada pada setengah gelombang positif, dioda menghantarkan arus sehingga pada beban resistor muncul tegangan berbentuk setengah gelombang sinus. Sedangkan pada setengah gelombang negatif, dioda tidak menghantarkan sehingga tegangan keluaran menjadi nol. Dengan demikian, gelombang output merupakan hasil penyearahan setengah gelombang (half-wave rectifier).

2. Prinsip Kerja Dioda Zener

Dioda Zener dirancang untuk beroperasi dalam kondisi reverse bias pada tegangan breakdown tertentu (tegangan Zener). Ketika tegangan balik mencapai atau melebihi tegangan Zener, dioda akan menahan tegangan pada nilai tersebut dan tetap menjaga keluaran relatif stabil meskipun arus berubah — sehingga berfungsi sebagai regulator tegangan sederhana. Resistor seri (RA) membatasi arus sehingga dioda tidak rusak; nilai RA yang lebih besar mengurangi arus Zener dan memperkecil kemampuan regulasi saat beban berubah, sedangkan RA yang lebih kecil meningkatkan arus tetapi harus dipilih agar daya yang diserap dioda tidak melebihi ratingnya.

3. Prinsip kerja Rangkaian Half Bridge Rectifier

Rangkaian half bridge rectifier menggunakan dua dioda yang bekerja secara bergantian pada setiap setengah siklus sumber AC. Pada setengah gelombang positif, satu dioda menghantarkan arus sehingga arus dapat mengalir melalui beban, sedangkan pada setengah gelombang negatif dioda lainnya yang menghantarkan. Dengan demikian, arus yang mengalir pada beban selalu satu arah, menghasilkan tegangan keluaran berbentuk gelombang pulsa searah.

Jika hanya digunakan resistor sebagai beban, bentuk gelombang output berupa pulsa DC dengan riak yang besar. Namun, jika ditambahkan kapasitor sebagai filter, kapasitor akan menyimpan muatan saat puncak gelombang dan melepaskannya saat tegangan turun, sehingga tegangan output menjadi lebih rata (lebih mendekati DC murni). Nilai resistor atau kapasitor yang berbeda akan memengaruhi besar arus, tegangan, dan tingkat perataan gelombang.

4. Prinsip Kerja Rangkaian Full Bridge Rectifier

Rangkaian full bridge rectifier menggunakan empat dioda yang disusun jembatan sehingga arus selalu mengalir searah pada beban, baik pada setengah gelombang positif maupun negatif dari sumber AC. Akibatnya, bentuk gelombang output menjadi penyearahan penuh (full-wave rectification), yaitu pulsa DC dengan frekuensi dua kali lipat dari frekuensi input.

Jika hanya menggunakan resistor sebagai beban, tegangan output masih berupa gelombang berdenyut. Namun, dengan menambahkan kapasitor sebagai filter, keluaran menjadi lebih halus karena kapasitor menyimpan muatan saat puncak dan melepaskannya ketika tegangan menurun. Variasi nilai resistor atau kapasitor akan memengaruhi besar arus, tegangan rata-rata, dan tingkat kehalusan tegangan output.

3. Video Percobaan [Kembali]

Video Rangkaian Kondisi 3

Video Percobaan 1

Video Percobaan 2

Video Percobaan 3

Video Percobaan 4

4. Analisa[Kembali]

1. Analisa pengaruh tegangan input terhadap tegangan dan arus pada rangkaian forward bias.
Jawab:
Tegangan yang diberikan harus lebih besar dari pada tegangan dioda, maka dari itu tegangan input sangat berpengaruh. Pada kondisi forward bias dioda biasa akan menyearahkan arus AC menjadi DC sebagaimana fungsi dari dioda. Ketika dioda melewati tegangan ambang (0,7V untuk silikon), arus akan meningkat tajam seiring dengan tegangan input. Tegangan input berbanding lurus dengan arus.  Sedangkan tegangan dioda relatif konstan di sekitar tegangan ambangnya.

2. Analisa pengaruh tegangan input terhadap tegangan dan arus pada rangkaian reverse bias.
Jawab:
Pada dioda biasa reverse bias hanya mengalirkan arus yang sangat kecil (hanya arus bocor). Tidak peduli berapa tegangan input naik, arusnya akan konstan kecil hingga tegangan input mencapai area breakdown. Pada dioda biasa tegangan dioda akan tidak stabil sehingga dapat menyebabkan kerusakan.

3. Analisa prinsip kerja dari dioda Zener berdasarkan percobaan.
Jawab:
Berdasarkan percobaan yang dilakukan, dengan menggunakan rangkaian reverse bias terbukti bahwa dioda Zener benar dapat bekerja pada rangkaian reverse bias bahkan saat tegangan input mencapai area breakdown (dapat disebut tegangan Zener). Ini menjelaskan keunikan dari dioda Zener dibandingkan dioda lain.

4. Analisa gelombang output pada rangkaian Half Bridge Rectifier.
Jawab:
Gelombang output pada Half Bridge Rectifier hanya melewatkan setengah dari gelombang dari sinyal AC. Pada rangkaian ini gelombang positif yang muncul sedangkan gelombang negatif terputus. Outputnya berupa sinyal DC berdenyut (pulstating DC) dengan jarak gelombang yang berjauhan.

5. Analisa gelombang output pada rangkaian Full Bridge Rectifier.
Jawab:
Gelombang output baik positif dan negatif dari gelombang AC disearhakan secara penuh menjadi DC. Outputnya lebih rapat jarak antar gelombang positif dibandingkan Half Bridge Rectifier. Menggunakan resistor outputnya berupa pulsa DC bergelombang. Sedangkan ketika menggunakan kapasitor ouputnya berupa garis datar (mirip DC) karena kapasitor memerlukan waktu untuk mengisi arus.

5. Download File[Kembali]

Download Video Rangkaian Kondisi [Download File]

Download Video Percobaan 1 [Download File]

Download Video Percobaan 2 [Download File]

Download Video Percobaan 3 [Download File]

Download Video Percobaan 4 [Download File]

Download Laporan Akhir Scan [Download File]








Komentar

Postingan populer dari blog ini